Jakarta - Kurs rupiah terhadap dolar AS, Senin siang, turun kembali di atas level Rp8.800 per dolar setelah sebelumnya menguat mencapai Rp8.785 per dolar.
Nilai tukar rupiah di pasar spot antarbank Jakarta turun 40 poin menjadi Rp8.825 per dolar dari sebelumnya Rp8.785.
Analis PT Bank Saudara Tbk, Rully Nova, di Jakarta, Senin, mengatakan, koreksi terhadap rupiah dinilai wajar setelah mengalami kenaikan karena pelaku pasar ingin merealisasikan keuntungannya.
Namun peluang rupiah untuk kembali menguat masih cukup tinggi karena arus modal asing yang masuk ke pasar domestik diperkirakan makin kuat, ucapnya.
Menurut dia, pelaku pasar individu ingin merealisasikan keuntungan, sedangkan investor kelompok menunggu kenaikan lebih lanjut.
Faktor utama yang melemahkan pasar karena bursa New York tertekan dan diikuti bursa regional, seperti indeks Strait Times, Singapura yang turun satu persen lebih, ucapnya
Meski demikian, katanya menambahkan, arus modal asing ke Indonesia akan melimpah, setelah krisis utang di Eropa dapat direalisasikan oleh Uni Eropa.
Apalagi masalah di Amerika Serikat dan China dapat diselesaikan dengan baik, sehingga investasi asing ke Indonesia akan makin bertambah, katanya.
Kondisi itu, menurut dia, akan membuat rupiah berpeluang untuk naik lagi hingga jauh dibawah angka Rp8.800 per dolar, asalkan Bank Indonesia (BI) tidak melakukan intervensi pasar
BI biasanya melakukan intervensi apabila kenaikan rupiah itu dinilai terlalu cepat, ujarnya.
Ia mengatakan, rupiah pada akhir tahun ini akan menguat jauh di bawah level Rp8.700 per dolar.
Kenaikan rupiah itu dipicu aksi beli rupiah oleh pelaku pasar dalam jumlah yang cukup besar, ucapnya.
sumber : AntaraNews.com
Baca Juga Artikel terkait berikut ini :
Siswa Siswi SMP Swasta Pesta Seks dan Miras didalam Kelas
TNI-Police Can Funds Freeport, Affect Conflict in Papua
Video Pemakaman Khadafi Beredar
12:25 AM
TV MOVIES ONLINE

Posted in: 




0 comments:
Post a Comment