Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono dinilai kurang bekerja keras menyelesaikan berbagai masalah yang akhir-akhir ini terjadi. Penilaian tersebut diungkap lembaga riset Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia, Ahad (30/10).
Penilaian itu disimpulkan DCSC setelah melakukan survei terhadap seribu 200 responden yang tersebar di 33 Provinsi seluruh Indonesia, 12-20 Oktober lalu. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan model wawancara tatap muka langsung.
Survei tersebut juga membedakan penilaian kerja yang dilakukan presiden dan wakil presiden. Hasilnya, hampir 30 persen menyatakan Presiden SBY kurang bekerja keras menyelesaikan berbagai masalah di Indonesia. Sedangkan 6,3 persen responden, menilai SBY sangat bekerja keras.
Sementara itu, sekitar 40 persen lebih responden menyatakan Wapres Boediono kurang bekerja keras menyelesaikan masalah-masalah yang ada.
Hanya sekitar 21 persen saja yang menganggap Boediono cukup bekerka keras. Sedangkan satu persen responden menilai Boediono sangat bekerja keras.
Dalam kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Wapres Boediono sempat diberikan tugas menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi. Termasuk tugas khusus dalam kasus mafia pajak gayus tambunan dan kasus Bank Century. Namun, hingga kini masalah-masalah tersebut masih menjadi momok bagi Indonesia. Metrotvnews.com
Baca Juga Article Menarik Berikut Ini :
10:30 AM
TV MOVIES ONLINE

Posted in: 




0 comments:
Post a Comment