Friday, October 21, 2011

Indonesia Undang Pengusaha China Bangun Infrastruktur

Pemerintah Indonesia mengundang penanam modal China ikut ambil bagian dalam pembangunan infrastruktur yang diharapkan akan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama di luar Jawa.

"Keterbatasan infrastruktur di Indonesia sering menjadi kendala bagi pertumbuhan ekonomi kami," kata Asisten Menteri Perdagangan, Muchtar, dalam pertemuan dengan Gubernur Provinsi Guang Xi di Nanning, Jumat.

Pertemuan itu dilakukan setelah acara Pameran Dagang ke-8 China - Asean (CAEXPO) dan Pertemuan Puncak ke-8 Bisnis dan Investasi ASEAN (CABIS) yang dibuka oleh PM China Wen Jiabao di kota Nanning pada hari yang sama.

Muchtar berharap agar investor China yang sudah memiliki banyak pengalaman, khususnya dalam menggarap proyek-proyek perintis di berbagai kawasan bersedia melakukan hal yang sama di Indonesia,

dan sebaliknya, pemerintah Indonesia tentunya juga akan memberikan berbagai kemudahan pada mereka.

Pembukaan kedua acara akbar China-ASEAN tersebut, yakni CAEXPO-8 dan CABIS-8 yang berlangsung di kota Nanning, 21 sampai 26 Oktober dihadiri oleh sejumlah pemimpin ASEAN, antara lain PM Malaysia Najib Abdul Razak, PM Kamboja Hun Sen, Wapres Myanmar Tin Aung, Wakil PM Laos Somsavat, Wakil PM Thailand Kittirat Na-Ranong, Wakil PM Vietnam Nguyen Xuan Phuc dan Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan.

Indonesia dalam CAEXPO ke-8 ini diwakili sekitar 100 pengusaha yang memamerkan berbagai produk mereka, sementara Provinsi Papua Barat mewakili provinsi simpatik dari Indonesia bersama dengan

provinsi-provinsi tiap-tiap negera ASEAN lainnya.

PM Jiabao dalam sambutannya, antara lain mengemukakan bahwa selama 20 tahun dialog antara China dan ASEAN ditandai dengan hubungan yang semakin erat, sementara dialog-dialog kemitraan yang

dilakukan sejauh ini sudah meningkat menjadi kemitraan strategis bagi kedua belah pihak.


"Persahabatan ASEAN dan China telah menciptakan "hasil win-win (win-win outcomes) yang memberikan manfaat luar biasa bagi rakyat kedua belah pihak," ujarnya.

Sementara PM Malaysia Najib mengemukakan bahwa jika negara-negara anggota ASEAN tidak bisa berbisnis dengan negara-negara Barat, sebaiknya meningkatkan kegiatan bisnis sesama negara ASEAN saja.

Menurut catatan, perdagangan antara China dan ASEAN telah meningkat tajam selama 20 tahun terakhir dari delapan miliar dolar AS pada l99l menjadi 231 miliar dolar AS lebih pada 2010, sementara nilai perdagangan Indonesia dengan China tercatat meningkat 22 kali lipat dari sekitar l,9 miliar dolar AS menjadi 42,7 miliar dolar AS pada periode yang sama.

Temu puncak bisnis dan investasi China-ASEAN kali ini, juga akan diisi dengan pertemuan antara pemimpin yang hadir, kontrak-kontrak dagang, temu wicara dan seminar.

sumber : AntaraNews.com

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons